Senin, 01 Februari 2010

Pota Potatoes

~ Kentang Bumbu Renyah ~

Apa Itu Waralaba POTA POTATOES ?
Pota Potatoes muncul berawal dari kebutuhan akan snack yang bisa diterima semua kalangan. Menggunakan bahan kentang yang dikenal sebagai pengganti nasi dan mengandung karbohidrat tinggi ini berusaha untuk memenuhi asupan gizi para konsumen. Pota Potatoes berdiri pada tanggal 29 November 2009. Waralaba merupakan strategi pemasaran yang bertujuan mengembangkan jaringan usaha dan memenuhi keperluan konsumen. Dengan waralaba akan memberikan nilai tambah bagi penjualan, transparan dan memiliki transferability (dapat dialihkan) sehingga bisa dilakukan siapa saja dengan mudah dan memiliki outlet dalam jumlah banyak. POTA POTATOES dengan Produk berbahan dasar kentang memiliki ciri khas tersendiri, dengan rasa (BBQ, Keju, Pizza, Balado, Pedas, Black Pepper Steak).

Sudut Pandang Waralaba POTA POTATOES
Waralaba POTA POTATOES selain bertujuan secara ekonomis namun juga secara sosial, yakni membuka lapangan kerja, menciptakan produk lokal yang sederhana dan disuka oleh masyarakat.

Mengapa Pilih POTA POTATOES ?
(1) Modal tidak terlalu besar dengan Pengembalian modal relatif cepat.
(2) Pangsa pasar konsumen yang terus tumbuh.
(3) Bahan baku relatif murah dan mudah, stock tersedia dgn produk cepat saji.
(4) Tidak ada Sharing Profit & promo fee sudah termasuk di harga pembelian.
(5) Sistem operasional mudah untuk diaplikasikan.
(6) Jenis makanan dgn bahan lokal yg digemari dari seluruh lapisan.
(7) Resiko usaha rendah dengan perencanaan usaha.
(8) Promosi bersama sehingga memudahkan “Branding” (pencitraan) POTA POTATOES.
(9) Tersedia layanan pesan antar (Delivery Service) untuk wilayah tertentu.
(10) Harga jual relative murah, Rp 4000 – Rp 7000 untuk semua produk POTA POTATOES.

Model Investasi POTA POTATOES

POTA POTATOES membuka kesempatan sebesar besarnya bagi Anda untuk berinvestasi. Macam Model Investasi antara lain :
a) Standart : Mitra yang berinvestasi 5-6 juta, dengan masa kontrak 3 tahun
beserta Franchise Fee untuk 3 tahun.
b) Super : Mitra yang berinvestasi 8 juta, dengan masa kontrak 5 tahun
beserta Franchise Fee untuk 5 tahun dengan
“Garansi Investasi Kembali” (syarat & ketentuan berlaku)


Bagaimana Menjadi Mitra Usaha POTA POTATOES
(1) Hubungi kami, kami akan mengirimkan data dan penawaran, untuk daerah Bandung
dan sekitarnya kami akan datang mengunjungi rumah anda untuk Presentasi bisnis
& survey lapangan
(2) Mengisi form persyaratan
(3) Penandatanganan Persetujuan Kerjasama
(4) Pembayaran DP ( down payment )
(5) Pelatihan karyawan + Pelunasan
(6) Opening

Marketing Strategy POTA POTATOES

(1) Segmentasi Pasar :
>> Pota Potatoes cocok untuk semua segmen masyarakat, karena produk ini adalah produk
general yang telah memasyarakat diseluruh kalangan.
>> Outlet Pota Potatoes cocok semua jenis lokasi, baik itu daerah urban (perkotaan) maupun
sub-urban (pinggiran kota atau pedesaan).

(2) Target Pasar :
>> Semua jenis kelamin : Pria – Wanita.
>> Semua tingkatan umur.


KONSEP AGEN POTA POTATOES

Definisi Agen
Pota Potatoes membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada semua pihak untuk
bergabung dengan Pota Potatoes yang berupa keagenan. Agen merupakan perwakilan
Pota Potatoes (pusat) disuatu wilayah yang berlaku secara ekslusif yang memiliki syarat,
hak dan kewajiban tertentu.


Kewajiban Franchisor (Pusat)
• Training karyawan.
• Menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan dalam bisnis Pota Potatoes.
• Menyediakan stok bahan baku utama.
• Melakukan kegiatan promosi secara global.

Kewajiban Franchisee (Penerima)
• Mengajukan usulan lokasi tempat dan mengisi Form Pendaftaran.
• Melakukan pengawasan secara menyeluruh atas peralatan, karyawan, dan kebersihan otlet.
• Menjaga kualitas rasa yang telah dijadikan acuan.
• Bertanggung jawab atas hasil penjualan.
• Melakukan promosi sekitar outlet.

PERLENGKAPAN USAHA



Outlet POTA POTATOES



Untuk ukuran gerobak standar kami adalah p x l x t (150cm x 60cm x 200cm). Dilengkapi dengan lampu neon 40 watt, roda dan atap.

Perlengkapan Pendukung
1. Kompor Gas
2. Tabung Gas
3. Regulator Gas
4. Lampu Penerangan
5. Alat Masak
a. Penggorengan
b. Alat Penggoreng
c. Alat Peniris
d. Tempat Tirisan
e. Tempat Bumbu
f. Shaker 6. Box
7. Lembar laporan
a. Laporan Harian
b. Laporan Mingguan
8. Brand Spanduk Print (1 Buah)
9. Harga Menu
10. Sertifikat Hak Merk
11. T-Shirt

Bahan Awal
1. Kentang (50 buah)
2. Bungkus (50 Buah)
3. Bumbu Pota (5 Rasa)
4. Minyak Goreng (4 Liter)


ILUSTRASI INVESTASI

Asumsi hari per bulan = 30 hari
Pack terjual 50

Revenue
Pendapatan per hari 250,000
Pendapatan per bulan 7,500,000
Pendapatan lain-lain 10% dari pendapatan 750,000
Total pendapatan per bulan 8,250,000

Cost
POTA POTATOES @ Rp 2500 (Royalty & promo) (125,000)
Gas @ Rp 100 (5,000)
Minyak goreng @ 300 (15,000)
Juru masak (tentative) @500.000 (16,667)
Sewa tempat @500.000 (16,667)
Bumbu @ Rp 200 (10,000)
Bungkus @ Rp 350 (17,500)
Biaya Lain-lain (1,000)

Total biaya (206,833)

Total Pendapatan Bersih Per Hari (43,167 )
Pendapatan Bersih Per Bulan (1,295,000 )

Return On Investment
Total Investasi 6,000,000
Jangka Waktu ROI (dalam bulan) 4,63

Read More..

Selasa, 26 Januari 2010

Suvenir Daun Kering

Bahan Baku Gratis, Tapi Bernilai Eksotis


Nurus, EN CraftDaun yang berserakan di jalan mengilhami Nurus untuk memanfaatkannya menjadi bahan baku suvenir yang bernilai jual tinggi.

Daun-daun yang berguguran, bagi sebagian orang, cuma merusak pemandangan. Karena, ia membuat jalanan kotor. Tapi, bagi sebagian orang yang lain, seperti Erwan dan Nurus, dedaunan yang sudah berakhir masa hidupnya ini, dapat diubah menjadi “bisnis” yang mendatangkan pemasukan lumayan menggiurkan, dengan mengubahnya menjadi aneka suvenir.
Pada dasarnya, dua bersaudara ini bukanlah yang pertama kali membuat cindera mata berbahan dasar dedaunan kering. Seorang pengrajin di Bali, mengubah daun-daun kering ini menjadi kipas. “Tapi, suvenir yang kami buat memang berbeda, unik. Sebab, sebenarnya kami membuat aneka suvenir dari kayu yang ditempeli limbah organik, seperti daun-daun kering, biji-bijian, logam, dan kuningan. Dengan demikian, fungsi dari daun-daun kering ini hanya sebagai hiasan yang membalut medianya yaitu kayu,” jelas Nurus.

Keunikan itu bukan cuma tampak dari suvenir yang mereka buat, seperti cepu untuk tempat tusuk gigi, bingkai foto berukuran 14 R, tempat pena, kotak nama, serta miniatur becak dan Monumen Nasional, melainkan juga dari daun-daun kering yang mereka gunakan. “Benda ini mempunyai tulang. Apalagi, sebagian dari daun yang kami gunakan tetap menggunakan warna aslinya, sehingga menimbulkan kesan antik atau etnik. Sedangkan sebagian yang lain sudah kami glass, sehingga tulang daunnya terlihat jelas,” katanya. Karena itu, ia menggunakan daun lontar, daun ketapang, daun mangga, daun rambutan, dan sebagainya. “Semua daun dapat digunakan asal tulang daunnya jelas. Sebab, tulang-tulang daun itulah yang ingin kami tonjolkan. Selain itu, daunnya harus elastis, tidak sobek, tidak dimakan ulat, dan tidak ada benalunya, serta permukaannya rata,” imbuhnya.

Daun-daun tersebut mereka peroleh dari lingkungan di sekitar rumah, hunting ke berbagai tempat, hingga sengaja mencarinya ke Kebun Raya Bogor. “Pokoknya setiap daun berserakan yang menarik perhatian, kami ambil. Dedaunan kering itu, selanjutnya kami olah (dibersihkan sehingga bebas dari hama dan bakteri, red.) tanpa meninggalkan warna aslinya. Tapi, nantinya kami juga akan menggunakan pewarna daun. Lebih dari itu semua, daun-daun itu kami peroleh secara gratis. Sekadar informasi, semua bahan baku suvenir buatan kami diperoleh tanpa mengeluarkan uang sesen pun, termasuk kayu yang menjadi media suvenir ini,” ujarnya. Hal ini, sesuai dengan prinsip awal membangun “bisnis” ini yaitu menggunakan bahan baku gratis dan unik, tapi bernilai jual tinggi.

Usaha yang dinamai EN Craft ini dibangun pada 2005 dengan modal awal Rp5 juta hingga Rp10 juta, yang digunakan untuk membeli mesin pemotong kayu. Kini, produk mereka yang dijual dengan harga Rp5 ribu sampai lebih dari Rp100 ribu itu, telah merambah Batam, Jambi, dan Lombok, di samping Jakarta dan sekitarnya. “Dibantu lima karyawan tetap dan 10 karyawan borongan, setiap bulan kami mampu membuat 100 hingga 150 pieces, baik yang dibuat secara manual maupun dengan bantuan mesin. Dari penjualan rata-rata 150 pieces/bulan, kami meraup omset sekitar Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan,” ucap perempuan yang berencana mengekspor produknya ke Dubai, karena prospek penjualannya dinilai bagus.

Untuk meningkatkan omset, selain menerima pesanan 50 hingga 1.000 pieces (untuk pesanan di atas 50 pieces harus dengan uang muka maksimal 50%, red.), Nurus juga menitipjualkan produknya ke Pusat Kerajinan Tangan di Casablanca dan Dewan Kerajinan Nasional DKI di Kebon Sirih. “Akhir Agusutus ini, kami akan membuka gerai di Margo City, Depok, sehingga pemasarannya lebih mudah. Sebab, selama ini kami hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut dan melalui internet,” ujarnya. Sekadar informasi, suvenir dari daun kering ini mampu bertahan selama setahun asalkan dirawat dengan benar. Kalau muncul kerusakan, konsumen dipersilahkan untuk mengembalikan ke EN Craft yang berlokasi di Limo, Depok, guna diperbaiki tanpa charge apa pun.

Analisa Bisnis Suvenir Daun Kering (per bulan)

Investasi
- Pembelian mesin Rp 10.000.000,-
Biaya Bahan Baku
- Daun-daun kering gratis Rp -
Biaya Produksi
- 5 karyawan @ Rp500.000,- Rp 2.500.000,-
__________________ +
Total Rp 2.500.000,-

Hasil Penjualan
- 150 suvenir @ Rp50.000,- Rp 7.500.000,-
___________________ -
Laba kotor Rp 5.000.000,-

Catatan: Laba kotor ini hanya didapat dari penjualan, tidak termasuk pemesanan produk. Harga per suvenir diambil dari harga di tengah-tengah antara Rp5 ribu dengan lebih dari Rp100 ribu.

Read More..

Landscape Mini

Landscape Mini Kreasi Rita Apriyanti

Rita ApriyantiMenghadirkan nuansa alami di lingkungan rumah tak berbiaya mahal lagi. Ada curug gentong hasil kreatifitas Rita Apriyanti.

Anda tentu sudah memahami bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Tapi, tahukah Anda bahwa kesulitan yang dialami satu pihak berarti peluang bisnis bagi pihak yang lain? Karena, pihak yang lain melalui berbagai cara akan berusaha mengubah kesulitan itu menjadi kemudahan. Hal ini pulalah yang dilakukan oleh Rita Apriyanti, kala melihat temannya yang akan pindah rumah mengalami kesulitan memindahkan landscape di rumahnya.

Pada 2003, dengan modal awal Rp5 juta (1,5 tahun kemudian modal usaha ini berkembang menjadi Rp10 juta, red.), ia membuat landscape yang dinamai curug gentong. “Curug dalam Bahasa Sunda berarti air terjun, sedangkan gentong merupakan medianya. Jadi, curug gentong berarti air terjun di dalam gentong. Curug gentong yang fokus utamanya pada suara gemericik air, seolah-olah menghadirkan nuansa alam di dalam rumah sehingga muncul ketenangan batin,” jelasnya. Selain itu, curug gentong yang ditawarkan dengan harga Rp100 ribu hingga Rp750 ribu ini, juga dapat dipindah-pindahkan.

Untuk menciptakan nuansa alam di dalam gentong, digunakan berbagai macam bahan baku seperti limbah batu apung, kerikil, semen, dan kayu yang dibentuk sedemikian rupa. Selanjutnya, dengan lem khusus, bahan-bahan tersebut direkatkan ke dalam “perut” gentong yang sebagian sudah dilubangi dengan alat khusus atau cukup dengan tangan. Untuk membuatnya lebih indah, curug gentong ini dihiasi dengan lampu air berkekuatan 10 watt sampai 25 watt atau lampu bohlam berkekuatan 5 watt.

Untuk membuat curug gentong ini, setiap bulan, Rita membelanjakan uangnya sebesar Rp 2 juta sampai Rp3 juta untuk membeli 100 gentong dalam berbagai ukuran dan bentuk. Dalam hal ini, ia menjalin kerja sama dengan pengrajin gentong di Plered, Purwakarta. 50 gentong diproduksi untuk memenuhi pemesanan dan sisanya dibuat sebagai persediaan. “Dalam sebulan, rata-rata terjual 50 gentong. Jumlah ini meningkat 30% usai pameran,” kata perempuan yang rata-rata meraup omset Rp5 juta hingga Rp15 juta setiap bulannya.

Untuk meningkatkan penjualan, ia aktif berpromosi. Di samping itu, juga melayani mereka yang membeli untuk dijual kembali dengan sistem beli putus. “Tapi, setelah satu bulan curug gentong yang mereka ambil ternyata tidak laku, mereka boleh mengembalikannya untuk tukar model,” ujarnya. Sekadar informasi, curug gentong kini telah merambah Batam, Pekanbaru, Samarinda, Lampung, Sumatera Barat, Malang, dan Ternate. “Sedangkan untuk Malaysia, Singapura, dan Filipina dilakukan oleh buyer,” imbuhnya.

Curug GentongServis seperti tersebut di atas tidak hanya diberikan Rita kepada para distributor, tetapi juga kepada para konsumennya. “Terus menerus terkena air dan juga karena dimakan waktu, akan membuat warna cat memudar (bukan mengelupas, red.). Konsumen dapat meminta untuk dilakukan pengecatan ulang dengan charge 50 ribu hingga Rp100 ribu. Tapi, hal ini hanya boleh dilakukan setelah enam bulan curug gentong itu dibeli,” katanya. Selain itu, bila konsumen sudah bosan dengan model curug gentongnya, mereka dapat menggantinya dengan menukar tambah sebesar Rp50 ribu. “Syaratnya, barang tidak dalam kondisi rusak atau cacat,” lanjutnya.

Rita yang dalam bisnis ini dibantu suami dan lima karyawan freelance yang masing-masing dibayar Rp100 ribu/minggu, juga membuat miniatur taman berikut air terjunnya untuk digantung dengan media kayu, sehingga mirip dengan lukisan. Selain itu, juga membuat taman dan air terjun mini di dalam pot bonsai, kaleng biskuit, dan guci. “Karena saya belum mempunyai outlet, konsumen yang ingin membeli atau memesan curug gentong sesuai dengan model yang mereka inginkan, dapat langsung datang ke home industry saya di kawasan Pancoran Mas, Depok,” ucap wanita yang dalam waktu dekat berencana membuka gerai di Batam.

Analisa Bisnis Curug Gentong (per 50 gentong)

Biaya Bahan Baku
50 gentong Rp. 1.000.000,-
Biaya Produksi
5 tenaga kerja @ Rp100.000,- Rp. 500.000,- +
Total Rp. 1.500.000,-

Hasil Penjualan
50 gentong @ Rp100.000,- Rp. 5.000.000.- -
Laba kotor Rp. 3.500.000,-

Catatan: Laba kotor ini hanya didapat dari penjualan, tidak termasuk pemesanan produk. Harga per gentong diambil dari harga yang paling rendah yaitu Rp100 ribu.

Read More..

Minggu, 24 Januari 2010

Toko Kado

Toko Kado, Bisnis Yang Spesifik
Apa yang dipikirkan orang ketika hari ulang tahun, perpisahan teman, atau hari-hari special lainnya. Jawabannya tentu adalah hadiah. Untuk jauh-jauh hari atau dekat sekalipun, sebagian orang mengalami kesulitan untuk memikirkan apa hadiah yang pantas untuk diberikan kepada orang-orang yang dicintainya.
Untuk itulah, peluang ini harus benar-benar Anda manfaatkan sebab selain alasan diatas, usaha semacam ini masih jarang ada, namun selera pasarnya cukup signifikan. Konsumen target bisnis Anda semua orang dari segala kalangan, mulai anak-anak sampai orang dewasa.
Untuk memulai bisnis ini, Anda hanya perlu mencari tempat yang strategis serta merenovasi ruangannya. Kemudian Anda harus mencari produk yang sesuai yang akan dijadikan sebagai hadiah untuk semua usia dan semua gender. Selain itu kertas kado dengan berbagai corak dan ukuran juga harus Anda sediakan.
Adapun kendala dalam menjalankan bisnis ini hanya berhubungan dengan pengetahuan Anda tentang barang dan selera pasar saja. Sedangkan kesuksesan bisnis ini terletak pada kelengkapan produk dan kualitas yang Anda jual. Selain itu pelayanan yang memuaskan juga termasuk factor keberhasilan usaha ini.
Analisa Ekonomi
Modal Awal
Sewa tempat dan renovasi Rp. 25.000.000
Penyediaan produk dan lain-lain Rp. 25.000.000
Total Rp. 50.000.000
Biaya Operasional
Gaji 2 orang pegawai Rp. 1.600.000
Penyediaan produk Rp. 15.000.000
Listrik, telepon dan lain-lain Rp. 400.000
Total Rp. 17.000.000
Omzet per bulan Rp. 25.000.000
Laba per bulan Rp. 8.000.000
Masa kembali modal sekitar 7 bulan

Read More..

Persewaan Peralatan Pendaki Gunung

Usaha Persewaan Peralatan Pendaki Gunung
Hampir di setiap SMA dan Perguruan Tinggi mempunyai ekstra kulikuler pecinta alam atau sejenisnya. Peminatnya pun cukup banyak, selain kegiatannya mengasikkan kita juga bisa berinteraksi langsung dengan alam. Kegiatan yang paling popular dikalangan pecinta alam adalah mendaki gunung.
Mendaki gunung kini sudah menjadi salah satu hobi yang unik yang banyak digemari banyak kalangan. Karena kegiatan ini termasuk ekstrem dan menantang sehingga akan memberikan kepuasan tersendiri bagi para pendaki ketika telah sampai dipuncak gunung. Hal tersebut tentu harus diimbangi dengan persiapan yang matang, dari segi peralatan, bahan makanan dan juga kondisi tubuh harus fit 100%.
Peluang bisnis ini sangatlah bagus, karena usaha ini juga termasuk usaha yang spesifik dimana akan banyak dicari oleh para pecinta alam atau orang yang ingin mendaki gunung. Kebanyakan orang tidak memiliki perlengkapan yang lengkap atau bahkan tidak punya sama sekali, nah untuk itu jasa persewaan alat-alat pendakian gunung ini sangat diperlukan.
Anda harus mempersiapkan barang-barang yang akan anda sewakan. Barang-barang tersebut antara lain: sleeping bag, ransel, tenda, matras dan juga peralatan pendukung lainnya. Dibawah ini ada sedikit tips dalam memilih peralatan yang akan Anda beli.
Tips membeli sleeping bag.
• Perhatikan kapan dan dimana slepping bag tersebut akan sering digunakan. Belilah sleeping bag yang akan digunakan pada kondisi cuaca yang sering di hadapi.
• Perhatikan aktivitas yang di lakukan dengan sleeping bag ini. Jika mendaki gunung saat musim hujan, pertimbangkan untuk membawa sleeping bag yang berbahan sintetis. Jika berat yang menjadi masalah sobat, pilihlah sleeping bag yang berbahan down atau bulu angsa.
• Perhatikan budget Anda. Jika punya uang lebih, tidak ada salahnya untuk membeli sleeping bag keluaran pabrik yang memang sudah teruji kualitasnya dan pastinya awet.
• Untuk yang sering kedinginan maka pilihlah yang hangat dan jika untuk yang susah tidur carilah sleeping bag dengan ruang dalamnya yang cukup lega.
• Periksalah setiap toko alat gunung dan lakukanlah sedikit penelitian. Lihat dan rasakan bahan material lapisan dalam beberapa sleeping bag yang berbeda. Lihat jahitan dan bahan lapisan luarnya.
• Jangan sungkan-sungkan untuk membuka gulungan sleeping bag jika masih dalam keadaan tergulung dan lihat bagian dalamnya.
Tips membeli ransel
• Jika memungkinkan, cobalah dulu sebelum membelinya. Anda bisa mencari info dari teman yang sudah pernah membelinya.
• Kapasitas ransel dirancang sesuai style perjalanan, tinggi tubuh pengguna dan juga lamanya perjalanan. Belilah dengan berbagai ukuran agar si penyewa bisa menyesuaikan sendiri.
• Cobalah selalu back system ransel yang akan dibeli. Jika Anda tidak mengerti cara mengatur back system yang sesuai dengan tubuh, mintalah petugas toko untuk melakukannya.
• Cobalah beberapa ransel keluran pabrik yang berbeda untuk melakukan perbandingan. Belilah ransel yang sesuai dan pas dengan tubuh. Hindari membeli ransel yang mempunyai kapasitas melebihi ukuran tubuh.
Tips membeli tenda.
• Apakah tenda tersebut mempunyai ketahanan terhadap air dan stabilitas terhadap kondisi cuaca buruk yang akan dihadapi?.
• Apakah ruangnya cukup bagi pengguna beserta peralatan-nya?, berasarkan kapasitasnya (masuklah kedalam tenda dan pastikan ruangnya cukup bagi pengguna dan peralatannya).
• Apakah mudah untuk didirikan? (jangan hanya mendengarkan omongan penjualnya, suruh mereka mendemonstrasikan cara mendirikannya).
• Jika dibutuhkan, apakah vestibule (teras depan) cukup lebar? (bayangkan jika vestibule kecil dan basah dengan kompor yang tengah menyala.)
• Apakah pintunya cukup untuk akses dan apakah mempunyai jendela atau ventilasi lainnya?, apakah bisa ditutup rapat?.
• Perhatikan dengan seksama material atau bahan tenda. Perhatikan juga waterproofing dari flysheet-nya.
• Perhatikan jahitan dan sambungan pada tenda. Apakah jahitannya tidak lepas?, juga apakah pada setiap jahitan sambungan tersebut diberikan lapisan waterproof?.
Analisa Ekonomi
Modal Awal
Menbeli peralatan naik gunung Rp. 10.000.000
Iklan di media massa dan internet Rp. 1.500.000
Kartu nama Rp. 100.000
Total Rp. 11.600.000
Biaya Operasional
Membeli perlengkapan baru Rp. 1.500.000
Perawatan Rp. 150.000
Pulsa Rp. 250.000
Total Rp. 1.900.000
Omzet per bulan Rp. 4.000.000
Laba per bulan Rp. 2.100.000
Masa kembali modal sekitar 5,5 bulan

Berikut tips mendaki gunung:
Pilih Barang yang Dapat Berfungsi Ganda
Contoh : Nesting (tempat memasak untuk tentara), bisa digunakan untuk memasak juga untuk tempat makan maupun menyimpan alat-alat mendaki. Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di ransel.
Matras
Sebisa mungkin matras disimpan di dalam ransel jika akan pergi ke lokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru,agar tidak mengganggu perjalanan.
Kantung Plastik
Selalu siapkan kantung plastik/ trash bag di dalam ransel anda. Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang-barang di dalam ransel anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.
Menyimpan Pakaian
Jika anda meragukan ransel yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda di dalam kantung plastik, gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab. Pisahkan pakian bersih dan kotor.
Menyimpan Makanan
Sebaiknya makanan dikelompokkan sesuai ketahanan/ awetnya makanan disimpan. Untuk makanan yang tidak terlalu tahan lama, sebaiknya dibungkus dengan rapat atau di tempatkan memakai perlakuan khusus. Pilihlah makanan yang bervariasi tetapi mudah dan cepat dalam penyajian.
Menyimpan Korek Api Batangan
Simpan korek api batangan anda di dalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.
Packing Barang / Menyusun Barang Di Ransel
Selalu simpan barang yang paling berat di posisi atas, gunanya agar pada saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung maupun saat turun nantinya.
Obat- obatan
Ada kalanya penting juga untuk membawa obat-obatan P3K, atau obat-obat pribadi dalam kantung atau tempat yang mudah terjangkau, karena jika kita mengalami keadaan yang darurat obat itu mudah untuk ditemukan semua orang.
Minuman beralkohol
Sebaiknya tidak dibawa. Sering kali orang ditempat dingin membutuhkan minuman yang hangat, akan tetapi minuman beralkohol bukan pilihan yang tepat disana. Oleh karena minuman tersebut dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
Manajemen Pendakian
Ada baiknya sebelum memulai pendakian, Anda mencari informasi jalur dan angkutan serta info-info penting lainnya pada para pendaki yang pernah berkunjung kesana, karena hal itu akan sangat berguna untuk persiapan pendakian berkaitan dengan bujet (dana), alat dan perlengkapan yang akan dibawa, transportasi apa yang memungkinkan dan paling cepat, berapa lama anda akan menginap, serta makanan apa saja yang akan anda siapkan, berapa banyak air yang harus dibawa, dll. Hal itu sangat penting mengingat kita akan jauh dari fasilitas yang bisa kita dapatkan di perkotaan, sehingga jika terjadi hal-hal yang di luar kendali kita, paling tidak kita ada persiapan sebelumnya.
Cahaya / Lampu
Benda ini sifatnya sangat vital, tetapi kadang kurang diperhatikan. Ada baiknya kita membawa cadangan sumber cahaya di gunung. Bisa memakai senter ataupun penerangan konvensional semacam lilin ataupun lampu minyak.
Jas Hujan
Perlengkapan satu ini mutlak dibawa walaupun tidak musim hujan, karena perlengkapan ini mempunyai banyak fungsi di gunung. Selain dipakai saat hujan tiba, jas hujan dapat juga digunakan sebagai tenda darurat (bivak), alas tidur darurat, atap darurat, selimut darurat, juga bisa dipakai sebagai unsur penting tandu darurat. Jadi jangan sepelekan perlengkapan yang satu ini.
Diolah dari berbagai sumber antarlain:
Sumber : www.bisnisukm.com

Read More..

Taman Bacaan

PAKET USAHA TAMAN BACAAN! DIJAMIN MENGUNTUNGKAN! MODAL MULAI 1 JUTAAN! SIAP USAHA!

Paket Usaha Taman Bacaan / Rental Buku / Toko Buku / Reseller - Jual Kembali. Modal Mulai 1 Jutaan. Dijamin Bagus dan Set Lengkap. ADA GARANSI. LANGSUNG SIAP USAHA !!! JAMINAN MUTU !!!

BONUS PAKET : Software Rental, Sistem Rental, Rules, Membership, dan CD Pelatihan Usaha.

Paket-Paket Siap Usaha :

Paket 1 : Modal 1.650.000,- Mendapatkan 350 Buah Buku.

Paket 2 : Modal 3.300.000,- Mendapatkan 700 Buah Buku.

Paket 3 : Modal 11.000.000,- Mendapatkan 2.375 Buah Buku.

Paket 4 : Modal 26.400.000,- Mendapatkan 5.800 Buah Buku.

Peminat serius dan untuk keterangan lebih lanjut SMS or Tel ke 022-70270221 dengan Vivo Wibisono.

SHIEVO BOOKS RENTAL & STORE
BOOKS AGENCY
HEAD OFFICE :
JL. RAYA PASIR KALIKI NO. 165
BANDUNG. 40713

Menerima Order / Jual Beli untuk Rental Buku / Toko Buku / Taman Bacaan / Kolektor / Reseller - Jual Kembali. Pembelian bisa per Satuan / Cabutan / Set Lengkap / Partai Kecil maupun Besar. Koleksi Buku lebih dari 150 Ribu Eksemplar ! Komik / Novel / Fiksi / Majalah / Pengetahuan. Lokal atau Asing. Second atau New. Mulai dari yang lama / jadul sampai yang terbaru... Peminat serius hubungi Shievo Books Rental & Store. Books Agency. Jl. Raya Pasir Kaliki No. 165. Bandung. 40713. Contact Person : Vivo Wibisono - 022-70270221. Tel or SMS. Harga DIJAMIN Murah !

SHIEVO BOOKS memiliki GARANSI dan JAMINAN KEAMANAN u Buyer :

GARANSI UANG KEMBALI JIKA BARANG HILANG / TIDAK SAMPAI.

GARANSI BARANG BOLEH KEMBALI / RETUR DAN UANG KEMBALI APABILA KONDISI TIDAK COCOK / MENGECEWAKAN.

Dan ini alamat SHIEVO BOOKS :
LENGKAP DAN JELAS… ADA DI PUSAT KOTA BANDUNG… MUDAH DIAKSES DARI MANA SAJA...

SHIEVO BOOKS RENTAL & STORE
BOOKS AGENCY
Head Office :
Jl. Raya Pasir Kaliki No. 165
Bandung. 40713
HOTLINE 24 JAM : 022-70270221 (SMS or TEL)

Read More..

Cacing

Prospek Bisnis Cacing, Anda tertarik ?
Cacing.
Anda pasti paham betul dengan hewan yang satu ini.
Bahkan sebagian dari anda pasti geli, jijik, takut, atau bahkan phobia sehingga tak sungkan untuk berteriak kaget, bahkan mengumpat-umpat bila secara tidak sengaja bersentuhan dengan “kaum cacing” dan sebangsanya.

Tentu saja saya tidak akan membahas cacing dalam tataran ilmu biologi kehewanan, karena saya terus terang bukan guru biologi atau dalam konteks yang lebih berbau science, sekalipun dulu saya sempat menikmati bangku kuliah di fakultas peternakan Unibraw Malang, ha..ha..ha..
Disini saya ingin bercerita tentang sisi bisnis dari salah satu keluarga cacing, yang umumnya dipakai oleh orang-orang yang bergelut dengan dunia budidaya ikan.
Jika anda termasuk penggemar ikan hias atau pembibit lele, anda pasti paham betul dengan jenis cacing ini.
Ya, anda benar sekali. Cacing sutra alias cacing merah.
Begini ceritanya :

Hampir setiap malam, saya melihat 2 - 3 mobil pickup chevrolet membawa muatan berisi nampan-nampan plastik berisi air dan daun-daun semacam kangkung, ditata pada wadah dari susunan bilah bambu yang ditumpuk rapi, kemudian diikat tali karet ban supaya tidak tumpah saat perjalanan.
Semula saya kira mereka sedang mengangkut bibit tanaman sayur untuk dibawa ke daerah pegunungan, yang jalurnya memang melewati depan rumah yang saya tempati. Berbulan-bulan, saya cuek aja dengan pemandangan itu. Terlebih kalo melihat mobil yang dipakai tergolong mobil butut, yang biasanya dipakai untuk mengangkut hasil kebun,…he..he..
Hingga beberapa hari yang lalu, saat saya baru aja menjemput istri saya dari tempat kerjanya, ada satu mobil chevrolet yang parkir tepat didepan pintu pagar rumah. Untung saja masih ada sedikit ruang bebas untuk memasukkan motor ke garasi.

Sambil basa-basi, saya bertanya pada sopir yang duduk sambil merokok didepan kemudi: “Lagi nunggu teman ya pak?”
Jawab dia : “Nggih mas” (Nggih = Iya dlm bahasa Jawa Halus)
“Bawa bibit apa pak”, tanya saya
“Bukan bibit, tapi cacing”, jawabnya
Busyettt!, dalam hatiku. Jadi anggapanku selama ini adalah salah total !
“Cacing apa pak?”
“Cacing merah, itu yang biasa buat pakan ikan “
“Buat pakan bibit lele atau ikan hias”, tambahnya lagi.
Dasar kepingin tahu, langsung aja aku cecar dengan pertanyaan-pertanyaan lagi.
“Oooo, terus ambilnya dari mana pak ?” tanyaku
“Dari pengepul di Surabaya”
“Dikirim kemana ?”
“Ini lagi ngirim ke Kediri, kapan hari kemarin kirim ke Tulungagung”
“Tiap hari pak ?”
“Nggih mas, rata-rata 2 mobil perhari”
“Satu mobil isi berapa kilo pak ?”
“Bukan satuan kilo mas, tapi pake nampan plastik berisi cacing ukuran 1 kaleng susu krim”
“Ooo, begitu ya”
“Satu mobil isi 750 nampan “
“Sekaleng berapa belinya ?”
“Di pengepul harganya seribu rupiah”
“Terus disana dijual berapa ?”
“Di level agen dihargai seribu enam ratus, terus sama agen dijual dua ribu ke pengecer”
“Wah, kalo gitu lumayan juga bisnis cacing ya?”
“Alhamdulillah mas, ini udah jalan 15 tahun lebih”
“Apalagi waktu kemarin pas rame-ramenya bisnis ikan Lou Han”, tambahnya lagi.
“Pak, emang di Kediri tidak ada cacing merah, kok sampe kirimnya dari Surabaya ?”
“Ada sih, tapi tidak sebanyak di Surabaya. Disana kan banyak got dan saluran limbah dari pemukiman dan pabrik”
“Ooo, begitu ya”
“Emang tidak bisa diternakkan di Kediri ?”
“Waah, kayaknya belum bisa…”
“Kalau di Surabaya kan tinggal ambil dari sungai”, tambahnya
Tak lama kemudian datanglah mobil temannya. Sama-sama butut, dan membawa muatan serupa.
“Sampun mas, saya berangkat dulu” katanya, sambil menghidupkan mesin mobil.
“Monggo-monggo” kata saya. (Monggo = Silahkan dlm bahasa Jawa)

Wah, benar-benar gak nyangka deh kalo cacing aja bisa dibuat jadi bisnis yang menjanjikan.
Coba kita hitung secara kasar :
Anggap saja sebulan 25 kali pengiriman.
Modal beli cacing ke pengepul mobil = 750 kaleng @ Rp.1000,- = Rp.750.000.,-
Harga jual ke agen = Rp.1600,- x 750 = Rp.1.200.000,-
Jadi keuntungan kotor dalam sebulan = 25 x (Rp.1.200.000 - Rp.750.000) = Rp.11.250.000,-
Ini masih harus dikurangi dengan biaya-biaya tiap pengiriman sebagai berikut :
Biaya pengiriman Solar +/- 30 liter@ Rp.4.300,- = Rp.129.000,-
Uang makan buat sopir + kenek, anggap aja = Rp.30.000,-
Maka biaya kirim sebulan = 25 x (129.000 + 30.000) = 3.975.000
Gaji Sopir + Kenek = Rp. 2.000.000,- / bulan
Biaya perawatan mobil sebulan diasumsikan Rp.750.000,-
Total biaya sebulan = Rp.6.725.000,-
So, masih ada keuntungan bersih = Rp. 4.525.000,-
Itu kalo kirimnya 1 mobil, bayangkan aja kalo 2 atau 3 mobil,..

Read More..

Mengenai Saya

Foto Saya
I just wanna share what I know to you all....

Pengikut